Panduan kota
Panduan Wisata Shanghai: Gaya Art Deco di satu tepi sungai, masa depan di tepi lainnya
Shanghai adalah kota terbesar dan paling kosmopolitan di Tiongkok — kawasan Bund dari era kolonial yang berhadapan dengan cakrawala Pudong, dengan taman-taman klasik, jalan-jalan di Kawasan Konsesi Prancis, serta dunia kuliner yang sangat menarik di antaranya. Oktober–November dan Maret–April adalah waktu terbaik untuk berkunjung.
Sekilas tentang Shanghai
| Timezone | Waktu Standar Tengah (UTC+8) |
|---|---|
| Mata uang | Renminbi (CNY, ¥) |
| Bahasa | Bahasa Mandarin, Bahasa Shanghai |
| Penduduk | 25 juta |
| Koordinat | 31.2304, 121.4737 |
Mengapa mengunjungi Shanghai
Shanghai adalah tempat di mana masa lalu dan masa depan Tiongkok saling berhadapan di seberang Sungai Huangpu: gedung-gedung bank bergaya art deco dan neoklasik era 1920-an di kawasan Bund di satu sisi, serta menara-menara supertinggi di Pudong di sisi lain. Di antara keduanya terdapat gang-gang lilong dan jalan-jalan yang dipenuhi pohon plane di bekas Kawasan Konsesi Prancis, taman-taman klasik, dunia kuliner yang mumpuni, serta museum terbaik di negara ini. Kota ini juga merupakan kota yang paling mudah dijelajahi bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke Tiongkok daratan — efisien, sebagian wilayahnya dapat dijelajahi dengan berjalan kaki, dan dilengkapi dengan rambu-rambu dalam bahasa Inggris yang jelas.
Tempat wisata terpopuler di Shanghai
The Bund gratis dan wajib dikunjungi — jelajahi tempat ini saat fajar bersama para penggemar tai chi atau setelah gelap ketika kedua tepi sungai bermandikan cahaya. Seberangi sungai untuk mengunjungi dek observasi di Pudong: Shanghai Tower (sekitar ¥180), Shanghai World Financial Centre, dan Oriental Pearl Tower semuanya menawarkan pemandangan dari ketinggian; pilihlah salah satunya. Yu Garden (¥40 pada musim ramai, lebih murah di luar musim) adalah taman klasik abad ke-16 yang dikelilingi oleh kawasan pasar Kuil Dewa Kota — memang ramai turis, tetapi paviliun dan kolam koi di sana benar-benar asli.
Museum Shanghai di Lapangan Rakyat (gratis, pesan terlebih dahulu) memiliki salah satu koleksi terbaik di Tiongkok berupa benda-benda perunggu, keramik, kaligrafi, dan giok. Kemudian, habiskan sore hari dengan berjalan kaki di bekas Kawasan Prancis — Jalan Wukang, Jalan Anfu, dan gang-gang di sekitar Taman Fuxing — serta malam hari di sepanjang kawasan pejalan kaki tepi sungai atau di bar jazz yang menghadirkan suasana masa kejayaan kota ini pada tahun 1930-an.

Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Shanghai
Bulan Oktober dan November menghadirkan cuaca terbaik di Shanghai — sejuk, lebih kering, dan sering cerah — sementara bulan Maret dan April juga tak kalah menyenangkan. Musim panas (Juni–September) terasa panas, lembap, dan hujan, dengan sesekali topan yang melintas di sepanjang pantai; sedangkan musim dingin (Desember–Februari) terasa suram, lembap, dan lebih dingin daripada yang ditunjukkan termometer, karena hanya sedikit bangunan tua yang dilengkapi dengan pemanas sentral. Panduan cuaca Tiongkok bulan demi bulan memberikan gambaran lengkapnya.
Tempat menginap di Shanghai
Menginaplah di dekat People’s Square atau Nanjing Road untuk kenyamanan maksimal — jalur-jalur kereta bawah tanah bertemu di sini dan The Bund dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Bekas Kawasan Konsesi Prancis (distrik Jing’an dan Xuhui) menawarkan penginapan butik dan rumah-rumah gang yang telah direnovasi dengan harga mulai sekitar ¥400, dikelilingi oleh kafe dan restoran. Lujiazui di Pudong cocok bagi pelancong bisnis yang ingin menikmati pemandangan cakrawala kota. Tempat tidur di asrama berkisar antara ¥80–150, kamar double kelas menengah ¥400–800, dan hotel bintang lima dengan pemandangan sungai mulai dari sekitar ¥1.200.

Cara menuju ke sana dan berkeliling
Bandara Pudong (PVG) merupakan pintu gerbang internasional utama. Kereta Maglev menempuh jarak 30 km ke Stasiun Longyang Road dalam waktu delapan menit dengan kecepatan hingga 300 km/jam (sekitar ¥50), di mana Anda dapat berpindah ke kereta bawah tanah; perjalanan dengan taksi atau Didi ke pusat kota memakan waktu sekitar satu jam. Bandara Hongqiao dan stasiun kereta api Hongqiao yang berdekatan melayani penerbangan domestik dan kereta api berkecepatan tinggi — ke Beijing dalam waktu sekitar empat setengah jam, ke Hangzhou kurang dari satu jam, dan ke Suzhou dalam 30 menit. Metro di sini merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dilengkapi dengan papan petunjuk berbahasa Inggris dan tarif ¥3–9; Anda dapat membeli kartu transportasi atau membayar melalui kode QR.
Makanan dan minuman di Shanghai
Masakan khas Shanghai memiliki cita rasa manis-asin dan dimasak dengan bumbu kedelai — hong shao rou (daging perut babi rebus merah), mi dengan minyak daun bawang (¥15–25), dan ikan sungai. Makanan ringannya pun terkenal: xiaolongbao (pangsit sup) seharga ¥20–40 per keranjang kukus dan shengjianbao goreng mulai dari ¥10. Kota ini juga merupakan pusat kuliner paling internasional di Tiongkok — mulai dari masakan daerah Tiongkok mana pun hingga toko roti Prancis, izakaya Jepang, dan bar anggur alami di kawasan Concession. Makan malam di restoran lokal berharga ¥50–100 per orang; koktail di bar-bar di Bund dan kawasan Concession berharga ¥70–120.
Wisata sehari dari Shanghai
Taman-taman klasik Suzhou (30 menit dengan kereta cepat) dan Danau Barat di Hangzhou (45–60 menit) merupakan destinasi wisata klasik — keduanya bisa dikunjungi dalam satu hari. Lebih dekat lagi, kota air Zhujiajiao terletak di ujung jalur kereta bawah tanah, dengan jembatan-jembatan era Dinasti Ming yang melintasi kanal-kanal. Tongli dan Zhouzhuang merupakan alternatif yang lebih indah dan ramai, yang dapat dicapai dengan bus atau tur.
Biaya perjalanan ke Shanghai
Shanghai adalah kota termahal di Tiongkok daratan, namun harganya masih tergolong terjangkau menurut standar global. Banyak tempat wisata unggulan yang gratis — The Bund, jalan-jalan di kawasan Concession, Taman Fuxing, jalur pejalan kaki di tepi sungai — dan Museum Shanghai juga gratis. Tempat wisata berbayar harganya wajar: Taman Yu ¥40, dek observasi ¥120–180, dan malam hari yang dihabiskan dengan berkeliling bar di kawasan Concession. Biaya makan berkisar dari sarapan shengjianbao seharga ¥10, makan malam lokal seharga ¥50–100, hingga hidangan mewah di Bund. Siapkan anggaran ¥80–150 untuk tempat tidur di asrama, ¥400–800 untuk kamar double kelas menengah, dan ¥1.200+ untuk hotel bintang lima dengan pemandangan sungai.
Rencana tiga hari di Shanghai
Hari pertama: Bund saat fajar, Jalan Nanjing, Museum Shanghai, dan Alun-Alun Rakyat, lalu kembali ke tepi sungai untuk menikmati pemandangan malam. Hari kedua: Taman Yu dan pasar di Kuil Dewa Kota pada pagi hari, kemudian menyeberangi sungai ke Lujiazui untuk menikmati pemandangan dari dek observasi saat matahari terbenam dan makan malam di Pudong. Hari ketiga: hari santai di bekas Kawasan Prancis — vila-vila di Jalan Wukang, Taman Fuxing, galeri-galeri di gang-gang, dan kafe-kafe — dilanjutkan dengan mengunjungi bar jazz setelah gelap. Jika ada hari keempat, naiklah kereta cepat ke Suzhou atau Hangzhou, atau naik metro ke kanal-kanal Zhujiajiao.
Tips praktis untuk Shanghai
Pesan tiket Museum Shanghai dan tempat-tempat observasi populer jauh-jauh hari sebelum musim ramai, dan ingatlah bahwa museum tutup pada hari Senin. Kota ini adalah tempat termudah di Tiongkok untuk berbelanja tanpa uang tunai — Alipay atau WeChat Pay yang terhubung dengan kartu kredit asing dapat digunakan untuk membayar tiket kereta bawah tanah, berbelanja di pasar, dan makan di kafe. Hujan bisa turun sepanjang tahun, jadi bawalah payung yang ringkas; pada musim panas, siapkan perlindungan matahari yang memadai dan bersiaplah menghadapi AC di mana-mana. Jika Anda akan melanjutkan perjalanan ke Suzhou atau Hangzhou dengan kereta api, belilah tiket beberapa hari sebelumnya pada akhir pekan.
Juga di Tiongkok
Pertanyaan seputar perjalanan ke Shanghai
Berapa hari yang kamu butuhkan di Shanghai?
Dalam dua hingga tiga hari, Anda bisa menjelajahi tempat-tempat utamanya: menghabiskan satu malam dan satu pagi di Bund, mengunjungi dek observasi di Pudong, Taman Yu, dan Museum Shanghai, serta setengah hari berkeliling di bekas Kawasan Konsesi Prancis. Tambahkan satu hari lagi untuk mengunjungi Suzhou, Hangzhou, atau kota tepi sungai.
Apakah biaya berwisata ke Shanghai mahal?
Menurut standar Tiongkok, ya; menurut standar kota-kota dunia, tidak. Biaya tempat tidur di asrama berkisar antara ¥80–150, tiket kereta bawah tanah ¥3–9, pangsit sup ¥20–40, dan makan malam khas setempat ¥50–100 per orang. Harga hotel bintang lima dengan pemandangan sungai mulai dari sekitar ¥1.200 — seringkali lebih murah daripada kamar sejenis di Tokyo atau Singapura.
Terakhir ditinjau dan diperbarui: oleh tim redaksi AmazingAsia. Lihat kebijakan redaksi kami.