Panduan negara

Panduan Wisata Malaysia: Truly Asia — tiga jenis masakan, dua menara, dan satu dunia kuliner yang tak tertandingi

Malaysia adalah negara di Asia Tenggara yang terbagi menjadi Semenanjung Malaysia dan Kalimantan, terkenal dengan Menara Petronas di Kuala Lumpur, jalan-jalan bersejarah dan kuliner jalanan di George Town, Penang, serta hutan hujan di Kalimantan. Perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan India menjadikannya salah satu destinasi kuliner terbaik di Asia. Hujan dapat terjadi sepanjang tahun.

Panduan wisata Malaysia — siluet menara kota dengan latar langit senja keemasan
Malaysia — Asia Sejati — tiga jenis masakan, dua menara, dan satu dunia kuliner yang tak tertandingi | karya seni asli AmazingAsia

Gambaran Umum Malaysia

TimezoneMYT (UTC+8)
Mata uangRinggit Malaysia (MYR)
BahasaBahasa Melayu, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Tamil
Penduduk34 juta
Koordinat4.2105, 101.9758

Mengapa mengunjungi Malaysia

Slogan Malaysia, “Truly Asia”, sebenarnya belum cukup menggambarkan keistimewaannya: budaya Melayu, Tionghoa, dan India berpadu di sini, menghasilkan apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai hidangan sehari-hari terbaik di benua ini. Kuala Lumpur menawarkan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan; Penang menawarkan jalan-jalan bersejarah dan ibu kota kuliner negara ini; Kalimantan menawarkan orangutan dan tempat menyelam kelas dunia.

Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Malaysia

Malaysia beriklim panas dan lembap sepanjang tahun tanpa musim kemarau yang sesungguhnya, namun pola curah hujan berbeda-beda di setiap pantai: pantai barat (KL, Penang) paling kering pada bulan Desember–Februari, sedangkan pantai timur hampir sepi aktivitas selama musim hujan pada November–Februari.

Pulau-pulau di pesisir timur (Perhentian, Redang) pada dasarnya tutup selama November–Februari; sebaiknya rencanakan kunjungan ke pulau-pulau di pesisir barat (Langkawi, Penang) sebagai gantinya. Baca panduan lengkap bulan demi bulan mengenai waktu terbaik untuk mengunjungi Malaysia.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Malaysia

Kuala Lumpur adalah gerbang masuknya dan layak dikunjungi selama dua atau tiga hari: Menara Petronas, tangga pelangi di Gua Batu, serta deretan warung makanan jalanan di Jalan Alor. Penang adalah ibu kota kuliner — jalan-jalan rumah toko di George Town yang terdaftar di UNESCO, dermaga klan, dan pusat jajanan kaki lima — sementara Malaka memadukan warisan Peranakan, alun-alun era Belanda, dan pasar malam akhir pekan di kawasan tepi sungai yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Langkawi yang bebas bea adalah pilihan pantai yang santai, dengan kereta gantung, sungai mangrove, dan pasir berkualitas resor.

Di pedalaman, Cameron Highlands menawarkan udara sejuk, perkebunan teh, dan jalur jalan kaki di hutan berlumut. Pulau-pulau di pesisir timur — Kepulauan Perhentian dan Redang — memiliki perairan terbersih di semenanjung ini, namun ditutup selama musim hujan November–Februari. Borneo Malaysia merupakan destinasi wisata tersendiri: Sabah memadukan Gunung Kinabalu dan orangutan di Sepilok dengan kegiatan menyelam di Sipadan, sementara Sarawak menawarkan tepi sungai Kuching dan gua-gua di Taman Nasional Gunung Mulu.

Menara Kembar Petronas pada saat blue hour, Kuala Lumpur, Malaysia
Menara Kembar Petronas pada saat blue hour, Kuala Lumpur | Foto dari AmazingAsia

Biaya perjalanan di Malaysia

Sebagai patokan umum, 3 RM kira-kira setara dengan 1 AU$. Malaysia termasuk salah satu negara dengan nilai terbaik di kawasan ini — terutama makanan yang harganya sangat murah jika dibandingkan dengan kualitasnya.

BackpackerRM120–200 per hari (~AU$40–65): kamar asrama di hostel, makan di pusat jajanan, bus jarak jauh
Kelas menengahRM300–550 per hari (~AU$100–180): hotel bintang 3–4, restoran, layanan Grab, dan penerbangan domestik
KenyamananRM800+ per hari (~AU$260+): hotel kota berbintang lima (KL memiliki beberapa hotel termurah di Asia), resor pantai, tur pribadi

Harga umum: tempat tidur di asrama RM40–80, kamar double bintang 3 yang layak RM150–300, hidangan kaki lima RM6–12, teh tarik atau kopi RM2–3, perjalanan Grab di pusat Kota Kuala Lumpur RM8–20. Minuman beralkohol adalah pembunuh anggaran: pajak yang tinggi membuat harga bir mencapai RM15–25 di sebagian besar bar (kecuali di Langkawi yang bebas bea).

Seorang pedagang kaki lima sedang menggoreng char kway teow di atas wajan yang menyala-nyala, George Town, Penang, Malaysia
Char kway teow di atas wajan yang menyala-nyala, Penang | Foto dari AmazingAsia

Berkeliling Malaysia

Malaysia Semenanjung memiliki wilayah yang kompak dan jaringan transportasi yang baik. Bus jarak jauh nyaman dan murah — perjalanan dari KL ke Melaka memakan waktu sekitar dua jam dengan tarif RM10–15, sedangkan dari KL ke Penang memakan waktu empat hingga lima jam dengan tarif RM30–45. Kereta listrik ETS menghubungkan KL dengan Ipoh dan Butterworth (stasiun untuk Penang) dalam waktu sekitar empat jam, dengan tarif mulai dari sekitar RM60; sebaiknya pesan tiket beberapa hari sebelumnya jika bepergian pada akhir pekan.

AirAsia dan Malaysia Airlines menawarkan tiket penerbangan domestik dengan harga murah jika dipesan jauh-jauh hari — rute KL ke Penang atau Langkawi sering kali dibanderol RM50–150 sekali jalan — dan terbang adalah cara paling praktis untuk mencapai Kalimantan (penerbangan KL ke Kota Kinabalu memakan waktu sekitar 2,5 jam). Ferry beroperasi dari Kuala Perlis dan Kuala Kedah menuju Langkawi. Di kota-kota besar, Grab adalah pilihan utama: murah, ber-AC, dan tersedia di mana-mana. LRT, MRT, dan monorail di KL menjangkau sebagian besar kawasan pusat kota dengan tarif RM1–5 per perjalanan.

Makanan dan minuman di Malaysia

Tiga jenis masakan bersatu di satu meja. Makanan pokok Melayu meliputi nasi lemak (nasi kelapa dengan sambal, telur, kacang tanah, dan teri — sarapan nasional de facto), sate, dan rendang. Dapur Tionghoa-Melayu menyajikan char kway teow, bak kut teh (sup iga babi pedas), dan mi wonton. Kios-kios mamak India-Muslim menyajikan roti canai dengan kari, mie goreng, dan teh tarik sepanjang waktu. Penang menambahkan hidangan khasnya sendiri: assam laksa, hokkien mee, dan cendol sebagai hidangan penutup.

Pusat jajanan kaki lima dan kedai kopi kopitiam adalah tempat yang tepat untuk menikmati semua hidangan ini — seharga RM6–15 per piring, dengan kios halal dan non-halal biasanya dipisahkan. Minuman beralkohol tersedia di kota-kota dan kawasan wisata, namun dikenakan pajak yang tinggi dan hampir tidak ada di wilayah pantai timur yang konservatif. Selama bulan Ramadan, pilihan tempat makan di siang hari berkurang di kawasan Melayu, namun pasar malam lebih dari cukup untuk mengimbanginya.

Sebuah pantai yang tenang di Pulau Langkawi, Malaysia
Pantai yang tenang di Langkawi | Foto dari AmazingAsia

Usulan rencana perjalanan

Satu minggu: dua malam di KL, lalu naik bus atau kereta api ke Penang selama tiga malam (dengan singgah di Cameron Highlands di tengah perjalanan), dan penerbangan ke Langkawi untuk menghabiskan satu atau dua hari terakhir di pantai.

Dua minggu: tambahkan kunjungan ke Malaka di antara Kuala Lumpur dan Penang, ditambah tiga atau empat malam dalam tur keliling Kalimantan — Kota Kinabalu, perjalanan sampingan ke Taman Nasional Kinabalu atau Sepilok, serta waktu bersantai di pantai.

Tiga minggu atau lebih: kunjungi pantai timur saat musimnya (Kepulauan Perhentian atau Redang, Juni–Agustus), atau lakukan ekspedisi yang sesungguhnya ke Sabah atau Sarawak dengan mengunjungi Gua Mulu atau mendaki puncak Gunung Kinabalu.

Uang, kartu SIM, dan hal-hal praktis

Kartu kredit diterima secara luas di kota-kota dan mal, tetapi warung kaki lima, pasar, dan kota-kota kecil masih mengandalkan uang tunai; ATM tersedia di mana-mana. Warga Australia dan kebanyakan warga negara Barat mendapat izin tinggal bebas visa selama 90 hari; negara-negara bagian di Kalimantan memberikan cap paspor secara terpisah saat kedatangan dari Semenanjung, jadi pastikan paspor Anda selalu siap. Bahasa Inggris banyak digunakan, terutama di kota-kota dan di kalangan generasi muda Malaysia.

SIM turis dari CelcomDigi, Maxis, atau Hotlink dihargai sekitar RM30–50 dengan kuota data yang melimpah, dan eSIM juga banyak dijual. Malaysia adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim: kenakan pakaian yang sopan saat berada di masjid dan di daerah pedesaan, perhatikan bahwa minuman beralkohol sulit ditemukan di luar kota dan resor, serta rencanakan perjalanan Anda dengan mempertimbangkan penutupan beberapa tempat selama salat Jumat siang. Hujan petir pada sore hari dapat terjadi di bulan apa pun — bawalah payung yang ringkas.

Festival dan acara di Malaysia

Warisan budaya tiga bangsa di Malaysia membuat kalender festival nyaris tak pernah sepi. Thaipusam (Januari–Februari) menarik kerumunan besar ke Gua Batu di luar Kuala Lumpur — layak dikunjungi, namun bersiaplah menghadapi penutupan jalan. Selama Tahun Baru Imlek, banyak warung makan milik keluarga tutup selama beberapa hari sementara pertunjukan tarian singa meramaikan pusat perbelanjaan, dan Hari Raya Aidilfitri menandai berakhirnya bulan Ramadan dengan acara open house serta arus balik kampung yang padat di setiap jalan tol. Deepavali (Oktober–November) menerangi kawasan Little India di KL dan Penang.

Di Sarawak, Rainforest World Music Festival yang digelar di dekat Kuching merupakan acara unggulan yang telah berlangsung lama setiap bulan Juni–Juli. Banyak hari libur nasional yang tanggalnya berubah sesuai dengan kalender lunar dan Islam, jadi pastikan untuk memeriksa tanggalnya saat memesan transportasi antarkota.

Tempat-tempat wisata di Malaysia

Pertanyaan seputar perjalanan ke Malaysia

Kapan bulan terbaik untuk mengunjungi Malaysia?

Januari dan Februari adalah bulan-bulan terbaik untuk mengunjungi Kuala Lumpur dan Penang — periode terkering dan terpanas di pesisir barat. Untuk pulau-pulau di pesisir timur seperti Kepulauan Perhentian, kunjungi pada bulan Juni hingga Agustus. Malaysia tidak memiliki musim kemarau sepenuhnya, jadi bersiaplah menghadapi kemungkinan hujan sore hari di bulan mana pun.

Terakhir ditinjau dan diperbarui: oleh tim redaksi AmazingAsia. Lihat kebijakan redaksi kami.