Panduan wilayah

Panduan Wisata Kanto: Wilayah metropolitan Tokyo — Jantung Jepang yang berdenyut

Kanto adalah wilayah di bagian timur Honshu, Jepang, yang mencakup Tokyo, Yokohama, Kamakura, dan Nikko. Wilayah ini merupakan pusat politik dan ekonomi Jepang, tempat tinggal sekitar 43 juta orang, serta pintu gerbang internasional utama negara tersebut melalui Bandara Narita dan Haneda.

Panduan wisata Wilayah Kanto — Gunung Fuji yang menjulang di atas Dataran Tokyo Raya, Jepang
Kanto — wilayah metropolitan Tokyo — jantung Jepang | Karya seni asli AmazingAsia

Sekilas tentang Kanto

TimezoneJST (UTC+9)
Mata uangYen Jepang (JPY)
BahasaBahasa Jepang
Koordinat35.8617, 139.6455
Menara Tokyo dan pemandangan cakrawala kota saat senja, Jepang
Menara Tokyo saat senja | Foto dari AmazingAsia

Mengapa Mengunjungi Kanto

Kanto adalah wilayah terpadat di Jepang, dengan Tokyo sebagai pusatnya dan dikelilingi oleh destinasi wisata sehari yang populer seperti Nikko, Kamakura, dan Hakone. Hampir sepertiga penduduk Jepang tinggal di sini, dan jaringan kereta api di wilayah ini menjadikannya bagian negara yang paling mudah dijelajahi tanpa mobil.

Kuil Senso-ji di Asakusa, Tokyo, Jepang
Kuil Senso-ji, Asakusa | Foto dari AmazingAsia

Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Kanto

Kanto mengikuti pola empat musim klasik Jepang. Bunga sakura mekar di Tokyo sekitar akhir Maret; warna-warni musim gugur mencapai puncaknya di kota ini pada akhir November dan lebih awal di pegunungan. Musim panas (Juli–Agustus) terasa panas dan lembap dengan suhu 30–35°C, namun dipenuhi dengan festival dan pertunjukan kembang api; Juni hingga pertengahan Juli merupakan musim hujan yang mendung. Musim dingin terasa dingin, kering, dan langitnya sangat cerah — bulan-bulan terbaik untuk menikmati pemandangan Gunung Fuji dari kota serta mengunjungi kota-kota onsen di perbukitan. Untuk detail lebih lanjut, lihat panduan Jepang bulan demi bulan.

Tempat-tempat wisata di Kanto, terungkap

Tokyo layak dikunjungi setidaknya selama empat atau lima hari: Kuil Senso-ji di Asakusa, hutan Kuil Meiji, persimpangan Shibuya, pasar makanan luar Tsukiji, serta berbagai kawasan yang menawarkan minat khusus. Yokohama, yang terletak 30 menit ke selatan, memadukan kawasan tepi laut Minato Mirai dengan Chinatown terbesar di Jepang. Kamakura, yang berjarak satu jam ke barat daya, pernah menjadi ibu kota Jepang pada masa abad pertengahan — Patung Buddha Raksasa, kuil-kuil Zen, dan pantai selancar berada dalam satu kota kecil; Pulau Enoshima yang terletak di dekatnya menawarkan kuil-kuil dan pemandangan laut.

Di pegunungan: Hakone merupakan rute klasik yang memadukan pemandian air panas dan pemandangan Gunung Fuji (pesiar danau, kereta gantung, museum terbuka); Nikko, dua jam ke utara, memiliki Kuil Toshogu yang diukir dengan megah serta air terjun di sekitarnya; jalan-jalan gudang “Little Edo” di Kawagoe cocok untuk dikunjungi dalam setengah hari; dan Gunung Takao, satu jam dari Shinjuku, merupakan tujuan pendakian singkat favorit warga kota.

Berkeliling di Kanto

Anda tidak perlu mobil. Jalur JR dan jaringan kereta api swasta yang padat menjangkau seluruh wilayah ini: Odakyu melayani rute Shinjuku–Hakone, Tobu melayani rute Asakusa–Nikko, dan trem Enoden melaju berderak di sepanjang pesisir Kamakura. Kartu Suica atau Pasmo dapat digunakan untuk semua kereta api, metro, dan bus. Untuk perjalanan sehari yang padat, JR Tokyo Wide Pass (tiga hari berturut-turut, sekitar ¥15.000) mencakup jalur-jalur JR di seluruh wilayah ini, termasuk Nikko dan kereta wisata Fuji.

Bandara: Haneda pada dasarnya terletak di dalam kota — 20–30 menit ke pusat Tokyo dengan monorail atau jalur Keikyu (¥300–500). Narita berjarak 60 km dari pusat kota; Narita Express dan Keisei Skyliner dapat mencapai pusat kota Tokyo dalam waktu 40–60 menit (¥2.500–3.500), sedangkan kereta lokal yang lebih murah memakan waktu sekitar setengah dari itu. Bus limusin melayani kawasan hotel utama secara langsung.

Biaya perjalanan di Kanto

Sebagai patokan umum, ¥100 setara dengan sekitar AU$1. Tokyo adalah kota dengan biaya hidup termahal di Jepang, namun fasilitas untuk wisatawan berbudget rendah sangat baik, dan biaya perjalanan sehari-hari hanya sedikit lebih mahal daripada ongkos kereta.

Backpacker¥10.000–14.000 per hari (~AU$100–140): tempat tidur di hostel seharga ¥3.500–5.000, makanan dari minimarket dan ramen, serta perjalanan dengan kereta bawah tanah
Kelas menengah¥20.000–35.000 per hari (~AU$200–350): hotel bisnis ¥9.000–16.000, makan malam di izakaya, wisata sehari
Kenyamanan¥50.000+ per hari (~AU$500+): hotel kelas atas, makan malam kaiseki, menginap di ryokan di Hakone

Harga umum: ramen ¥900–1.300, paket makan siang ¥1.000–1.500, tiket masuk kuil dan tempat suci umumnya gratis atau ¥300–600, satu hari di pemandian air panas bertema onsen ¥2.000–3.000, tiket pulang-pergi Tokyo–Nikko mulai sekitar ¥4.000 dengan Tobu.

Makanan dan minuman di Kanto

Tokyo memiliki lebih banyak bintang Michelin daripada Paris dan New York jika digabungkan, tetapi kuliner sehari-hari lah yang menjadi daya tarik sesungguhnya: paket makan siang seharga ¥1.000, area makanan di lantai bawah tanah depachika, sushi dengan sabuk konveyor, dan kedai soba yang hanya melayani pelanggan yang berdiri. Hidangan khas lokal yang patut dicoba antara lain monjayaki (pancake cair khas Tokyo), pangsit dari Chinatown Yokohama, shirasu (mangkuk ikan teri) dari Kamakura, dan yuba (kulit tahu) dari Nikko. Museum Ramen Shin-Yokohama menyatukan berbagai gaya ramen daerah di bawah satu atap jika Anda ingin membandingkannya dalam satu kunjungan.

Rute perjalanan yang direkomendasikan di Kanto

3–4 hari: seluruh Tokyo — satu hari di bagian timur yang bersejarah (Asakusa, Ueno), satu hari di bagian barat yang modern (Shibuya, Shinjuku, Harajuku), satu hari bisa disesuaikan.

Satu minggu: empat malam di Tokyo, lalu dua malam di Hakone atau Nikko untuk menikmati pemandangan pegunungan dan onsen. Perjalanan sehari ke Kamakura dari salah satu kota tersebut.

10 hari atau lebih: tambahkan Kawagoe, Gunung Takao, Enoshima, atau gunakan Tokyo Wide Pass untuk menjelajahi Nikko, Lima Danau Fuji, dan kawasan pesisir selama tiga hari.

Catatan praktis

Kartu kredit dapat digunakan hampir di mana saja di kota-kota, tetapi bawalah uang tunai untuk tempat-tempat suci, warung makan kecil, dan stasiun di daerah pedesaan; ATM di minimarket menerima kartu asing. Kereta berhenti beroperasi sekitar tengah malam — jika Anda ketinggalan kereta terakhir, taksi aman namun mahal. Tempat sampah umum langka dan kereta merupakan zona tenang; tanda antrean di peron harus dipatuhi dengan tepat. Pengunjung musim panas sebaiknya mempersiapkan diri menghadapi kelembapan yang tinggi, sedangkan pengunjung musim dingin harus bersiap menghadapi angin kencang. Kartu SIM turis dan eSIM (5–10 GB seharga ¥2.000–4.000) paling murah jika dibeli secara online terlebih dahulu.

Dua rute lingkar klasik untuk wisata sehari

Rute lingkar Hakone adalah wisata sehari dengan rute terbaik di kawasan ini: Naik kereta Odakyu ke Hakone-Yumoto, kereta gunung ke Gora, kereta gantung dan ropeway melintasi lembah Owakudani yang mengepul, lalu pelayaran dengan kapal bajak laut melintasi Danau Ashi dengan Gunung Fuji di belakang Anda — seluruh rute ini memakan waktu satu hari penuh dari Shinjuku. Rute lingkar utara menggabungkan Kuil Toshogu di Nikko dengan jurang Kanmangafuchi atau Danau Chuzenji; kereta Tobu beroperasi langsung dari Asakusa dalam waktu sekitar dua jam. Kamakura dan Enoshima dapat digabungkan menjadi rute lingkar ketiga yang mudah dengan menggunakan jalur Enoden di sepanjang pantai.

Kanto di Hari Hujan

Tokyo bisa dibilang sebagai kota terbaik di Asia untuk dikunjungi saat cuaca hujan: museum seni digital teamLab, Museum Ghibli (pesan tiket berminggu-minggu sebelumnya), akuarium, menyaksikan latihan pagi di stables sumo, serta jalan-jalan perbelanjaan shotengai yang beratap di setiap kawasan. Area makanan depachika di bawah pusat perbelanjaan Shinjuku mengubah makan siang di tengah hujan menjadi momen yang tak terlupakan, dan kuil-kuil Zen di Kamakura terasa sangat atmosferik saat hujan — musim bunga hydrangea pada bulan Juni memang didasarkan pada suasana tersebut.

Acara-acara yang layak dijadikan acuan dalam perencanaan

Sanja Matsuri (pertengahan Mei, Asakusa) adalah festival kuil terbesar dan paling meriah di Tokyo. Pada bulan Juli dan Agustus, pertunjukan kembang api digelar hampir setiap akhir pekan — pertunjukan di Sungai Sumida adalah yang paling terkenal. Kanda Matsuri (pertengahan Mei pada tahun ganjil) dan Sanno Matsuri (Juni, tahun genap) adalah dua festival lainnya dari tiga festival besar Edo. Pameran lampu musim dingin berlangsung dari November hingga Februari, dan kunjungan pertama ke kuil pada Tahun Baru (hatsumode) memadati Kuil Meiji dengan jutaan orang — pengalaman yang mendebarkan atau melelahkan, tergantung pada seberapa besar toleransi Anda terhadap keramaian.

Tempat-tempat wisata di Kanto

Pertanyaan seputar perjalanan di Kanto

Apa yang menjadi ciri khas Wilayah Kanto?

Kanto dikenal sebagai pusat politik dan ekonomi Jepang, dengan Tokyo dan Yokohama sebagai pusat utamanya, serta dikelilingi oleh berbagai destinasi yang mudah dijangkau untuk perjalanan sehari, seperti kuil-kuil di Nikko, Patung Buddha Raksasa di Kamakura, dan pemandian air panas (onsen) di Hakone. Wilayah ini menampung sekitar sepertiga populasi Jepang dan merupakan pintu gerbang internasional utama negara tersebut melalui Bandara Narita dan Haneda.

Bagaimana cara berkeliling di wilayah Kanto?

Jelajahi Kanto dengan kereta api — jalur JR Yamanote dan Chuo serta jalur kereta api swasta menghubungkan Tokyo dengan Yokohama, Kamakura, Nikko, dan Hakone, dan JR Tokyo Wide Pass mencakup sebagian besar rute tersebut. Anda jarang memerlukan mobil; jaringan kereta api di wilayah ini termasuk yang paling padat dan paling tepat waktu di dunia.

Terakhir ditinjau dan diperbarui: oleh tim redaksi AmazingAsia. Lihat kebijakan redaksi kami.